Pages

Minggu, 11 Desember 2011

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR (LAT)

TIPS KEBERHASILAN USAHA


Tips 1
Gunakan indukan berukuran fisik besar (dapat menghasilkan +/-500 s/d +/-900 per ekor 1 kali bertelur)sebagai produksi bibit dan untuk mempercepat pertumbuhan bibit ukuran 2Cm beri makanan ekstra berupa cacing sutra, dan berikan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur untuk yang dikawainkan, kemudian perlu anda ketahui juga pada proses pergantian kulit berarti proses pertumbuhan,(bertambah besar).Terutama pada proses pembesaran di aquarium,oleh karena itu guna merangsang pergantian kulit sesering mungkin seiring dengan seringnya anda melakukan pergantian air pada aquarium (tiap 3hari atau seMinggu 1kali) tergantung tingkat kekeruhan airnya.

Tips 2
Lakukan pengawasan sesering mungkin, untuk menghidari serangan sekelompok Lobster lain terhadap Lobster yang sedang mengalami proses ganti kulit (moulting). Oleh karena pada saat proses moulting, disamping kondisinya yang lemah,pada saat itu juga mengeluarkan cairan zat yang dapat merangsang sifat kanibal dan melakukan penyerangan terhadap lobster yang sedang tidak berdaya. Dan berikan juga pengaman pada tempat (Kolam atau Aquarium) agar Lobster tidak kabur karena sifat pengembaraanya yang tinggi, dan dapat bertahan hidup hingga 8 s/d 12 jam diluar kolam/aquarium.

Tips 3
Berikan makanan tambahan/ektra, terutama pada malam hari, sekitar Pkl.19.00~21.00 secukupnya, periksa dan berikan makan berupa pelet, bila sudah tidak terdapat sisa makanan yang diberikan pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan guna menghinadri saling menyerang diantara sesama Lobster, oleh karena hewan ini mempuyai sifat kanibalisme yang sangat tinggi di samping itu aktivitas kelompok hewan ini meningkat pada malam hari termasuk untuk mencari mangsa. Jenis hewan ini tidak menebar bau anyir/amis seperti jenis udang atau ikan lainnya, jadi budidaya ternak dapat/layak dilakukan dilingkungan rumah/tempat tinggal.

Tips 4
Tentukan pilihan anda sebelum terjun ke dunia bisnis Lobster Air Tawar ini oleh karena cara pengelolaannya terdiri dari beberapa segmen, apakah anda sebagai : pedagang ; Ternak pembesaran ; Ternak pembibitan ;Ternak hobi/koleksi. hal ini perlu dilakukan agar langkah usaha yang anda jalankan bisa lebih terfokus. Baca juga buku sebagai referensi yang mudah didapat, dan salah satu penyedianya GRAMEDIA,yaitu Seri Agribisnis LOBSTER AIR TAWAR Pembenihan dan Pembesaran, penulis; R Hondo Wiyanto/Rudi Hartono, cetakan Jakarta 2003 dan Pembenihan Lobster Air Tawar Lokal Papua, penulis;Samuel Patasik, cetakan Jakarta 2004.

Tips 5
Apa bila pilihan Budidaya/ternak pembesaran,siapkan kolam untuk pembesaran mulailah dengan skala kecil dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tetang sifat sifat yang spesifk dari hewan ini yang salah satunya adalah sifat kanibalisme yang tinggi.Agar skala resiko penyusutan pupulasi yang diakibatkan kematian dan kekurang terampilan dapat ditekan sekecil mungkin jika kelak memasuki usaha skla besar. Dan apa bila pengetahuan tersebut sudah didapat, mulailah dengan prencanaan produksi untuk target panen setiap bulan, untuk melihat ilustrasi perencanaan.

Tips 6
Pilihan budidaya ternak pembibitan sama dengan halnya dengan langkah budidaya pembesaran hanya pembibitan lebih sensitif lagi,sebaiknya biarkan s/d usia +/-1.5 bulan baru pindahkan kekolam pembesaran. Hewan ini memang hidup lebih sesuai di iklim tropis dengan suhu udara 24 sampai dengan 30 derajat celcius demikian juga kondisi air, khusus untuk anak yang baru dipisahkan dari induknya (burayak) pergunakan alat atau cairan pengukur Ph air, kemudian apa bila Ph air tidak ideal (Ph air ideal untuk LAT = 7 s/d 9 ) dapat diatasi dengan cara memberikan additive Ph up ataupun Ph Down, guna mempetahankan Ph ideal. Semua perlengkapan untuk mengontrol keadaan Ph air bisa didapat di tempat penjualan accessories ikan hias terdekat.

Tips 7
Pilihan tempat,rencanakan lokasi penempatan aquarium maupun kolam pemeliharaan pilih yang nuansanya tidak bising karena hewan ini mudah stress oleh hal-2 yang demikian,terutama pada proses perkawinan dan kehamilan kemungkinan telur yang dikandungan akan mudah rontok, sehingga akan menghambat proses pengembang biakan yang diinginkan. Hindari lingkungan hama pemangsa, tikus, kucing, dan sejenis nya,dengan memasang pelindung tutup kawat ayam dan sejenisnya. Ketinggian permukaan air 15 s/d 20 Cm dan supply oksigen yang cukup dengan memasang aerotor/air stone(gelembug-2 udara) dan Filter pump, agar selalu terjadi sirkulasi air yang bersih.




FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA
    Faktor-Faktor Kritis Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya LAT
    1. SYARAT HIDUP LOBSTER AIR TAWAR

    Lobster air tawar (LAT) pada umumnya dapat hidup pada selang parameter air yang lebar. Mereka diketahui toleran terhadap kandungan oksigen terlarut sangat rendah. Akan tetapi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik tentu tidak akan dapat dilakukan pada kondisi demikian. Untuk tumbuh dan berkembang dengan baik mereka memerlukan kadar oksigen terlarut lebih dari 4 ppm.

    2. TEMPERATUR

    LAT juga toleran terhadap suhu sangat dingin mendekati beku hingga suhu diatas 35 °C. Meskipun demikian untuk LAT-LAT daerah tropis hendaknya dipelihara pada selang suhu 24 - 30° C Pertumbuhan optimum akan dapat dicapai apabila mereka dipelihara pada selang suhu 25-29 °C.

    3. pH DAN KESADAHAN

    LAT hidup pada perairan dengan kisarn pH sedikit alkalin yaitu antara 7-9. Mereka jarang dijumpai berada diperairan dengan pH kurang dari 7. Sedangkan kesadahan (kandungan kapur) air yang diperlukan adalah sedang hingga tinggi. Hal ini diperlukan untuk menjaga kandungan kalsium terlarut cukup tinggi untuk menjamin pembentukan cangkang mereka dengan baik.

    4. KUALITAS AIR LAINNYA

    Berbagai laporan menunjukkan bahwa LAT muda sensitif terhadap kadar klorin tinggi. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk menuakan air terlebih dahulu sebelum digunakan untuk LAT. 
    LAT diketahui pula dapat mengakumulasikan merkuri (Hg) dalam tubuhnya sehingga mereka sering dijadikan sebagai indikator pencemaran lingkungan. LAT sensitif terhadap pestidida, terutama dari golongan organoklorin, begitu pula residu-residu minyak. Hal ini hendaknya menjadi perhatikan bagi mereka yang ingin membudidayakan LAT secara terbuka, agar terlebih dahulu memeriksa dengan seksama sumber air yang akan digunakan



TEKNIS MELAKUKAN USAHA
    Budidaya lobster air tawar biasanya dibedakan menjadi usaha pembenihan dan usaha pembesaran atau merupakan kesatuan dari keduanya.
    Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci. Yang pertama kali diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Berikutnya adalah kolam untuk perkawainan dengan ukuran maksimal 1m2 untuk 1 set (5 ekor betina 3 ekor jantan). Medianya cukup mengunakan aquarium atau kolam semen.
    Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, Yang pertamakali dibutuhkan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Berikutnya adalah lahan yang yang cukup luas dan sebaiknya merupakan kolam tanah dengan ukuran maksimal 1 M2 untuk 10 ekor. Jantan dan betina harus dipisahkan untuk mencegah perkawinan selama pembesaran. Lobster jantan lebih cepat pertumbuhannya oleh karena itu pembesaran sebaiknya dilakukan pada lobster jantan.
     PAKAN
    Agar pertumbuhan LAT sesuai dengan yang diharapkan maka pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi yang  sesuai dengan apa yang dibutuhkan LAT.  Nutrisi yang dibutuhkan LAT terdiri dari Protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sekarang ini sudah banyak produsen-produsen yang memproduksi pakan LAT

    Jenis-Jenis Pakan
    1. Pakan alami, biasanya dibudidayakan oleh peternak. Namun karena keterbatasan sarana dan prasaran biasanya peternak merasa kesulitan.  Pakan alami yang dibudidayakan umumnya adalah chlorella, tetraselmis, dunaleilla, diatone, spirulina, artemia, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing tanah dan cacing darah.
    2. Pakan buatan sendiri, merupakan pakan yang diracik oleh peternak dari berbagai bahan seperti: tepung rebon, tepung ikan, cacing, wortel, toge, kacang hijau dan keong mas. Pakan racikan bisa dibentuk pellet atau pasta
    3. Pakan komersil, yaitu pakan yang sudah jadi yang dioleh oleh perusahaan pakan ikan
    Pemberian pakan sebaiknya 3% dari berat badan LAT dan diberikan pada pagi atau sore hari. Jika pakan tidak habis sebaiknya dibuang pada saat pemberian pakan berikutnya.
    PENGENDALIAN PENYAKIT
    Walaupun LAT dikenal lebih tahan terhadap penyakit   dibanding udang jenis lain, tidak berarti LAT bisa terbebas dari penyakit, penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus.  Pada periode pembesaran virus yang menjadi penyebab penyakit pada LAT adalah:
    1.
    White Spot Disease (WSD).
     Penyakit yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan sisi kolam mati. Untuk mengantisipasi serangan virus ini beberapa cara dapat dilakukan, yaitu:
     
    1. menghindari masuknya LAT yg terinfeksi
    2. mengurangi kepadatan penebaran lobster di dalam kolam
    3. menjaga tingkat kada ammonia dan keasaman air
    4. menghindari air yang sudah digunakan untuk budidaya udang lain
    5. membersihkan alat yang sudah terinfeksi

     
    2.
    Ricketsia-like organism.
     LAT yang terinfeksi virus ini biasanya melemah dan kadang-kadang ditandai dengan adanya bintik hitam atau biru kehijaun pada eksokoletonnya. LAT yang mati karena virus ini badan dan kepala terpisah.

     
    3.
    Jamur (Crayfish Plague).
     LAT yang terinfeksi jamur ini umumnya jenis astacus astacus yang berasal dari eropa. Penularannya bisa melalui kutu asphanomices astaci atau bisa juga melalui peralatan yang digunakan
    Selain virus tersebut di atas gangguan terhadap LAT disebabkan oleh hama, seperti: ular, tikus, burung, lele, dan ikan gurami
    PEMANENAN
    Panen sebaiknya dilakukan pada suhu yang tidak terlalu panas, pagi atau sore atau malam hari. Beberapa teknik panen yang biasa dilakuan pada usaha pembesara adalah:
    1.
    Flow Trapping
     Teknisnya adalah sebagai berikut:
    • Turunkan air kolam sampai 2cm  dan persembunyian dikeluarkan dari kolam,
    • Tempatkan kotak penampung di sisi kolam, tempat aerator pada kotak penampung untuk mencegah kekurangan oksigen.
    • Pasang papan dengan posisi seperti papan luncur, dari dasar kolam ke sisi kolam tepat di atas kotak penampung.
    • Alirkan air pada papan tersebut
          Naluri Lobster adalah mencari air segar, dia akan menuju air yang mengalir dari papan       dan memanjatnya setelah sampai atas lobster akan jatuh ke kotak penampungan.
    2.
    Perangkap Tikus
     Teknik ini menggunakan perangkat tikus yang biasa digunakan di rumah, bagian pintu perangkapnya dig anti dengan corong.
    Teknis adalah sebagai berikut:
    • Sebelum panen LAT jang diberi makan
    • Siapkan perangkap tikus yang telah dipasang umpan yang cukup untuk semua LAT
    • Umpan yang digunakan adalah ikan atau keong mas
    • Untuk menimbulkan aroma umpan dibakar dulu
          Memanen dengan cara ini air kolom tidak perlu diturunkan.
     
     
     
     
ASPEK LEGALITAS

Legalitas untuk budidaya lobster air tawar relatif mudah, sebab untuk tahap awal tidak membutuhkan aspek legal yang lengkap.  Sebagai bentuk hubungan dalam masyarakat, maka sebaiknya diperoleh ijin kepada tetangga terdekat, RT/RW atau Kepala Dusun.
Namun Apabila usaha sudah berkembang maka aspek legal (ijin-ijin usaha) harus sudah mulai dilengkapi. perijinan tersebut diantaranya adalah:
  1. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),
  2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), 
  3. Tanda Daftar Perusahaan (TDP),
  4. Nomor PokoknWajib Pajak (NPWP),
  5. Akte Pendirian Perusahaan melalui Notaris dan lainnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan



ANALISA USAHA
1. ASUMSI USAHA
    · Lama pengusahaan sekitar satu tahun
    · Pemanenan dapat dilakukan empat kali per tahun
    · Lobster yang dibudidayakan adalah jenis Cherax quadricarinatus
    · Tingkat kematian benih (mortalitas) mencapai 15%                            
    · Harga jual benih umur 3 bulan  per ekor 3500
    2. ANALISIS USAHA
    Uraian
    Unit
    Harga
    Jumlah
    BIAYA INVESTASI
    1. Induk
    2
     Rp   500.000
     Rp  1.000.000
    2. Sewa Lahan
    1
     Rp1.800.000
     Rp  1.800.000
    3. Peralatan

         a. Akuarium 100x50x40cm
    4
     Rp   200.000
     Rp     800.000
         b. Akuarium 50x50x40cm
    2
     Rp   100.000
     Rp     200.000
         c. Akuarium 20x50x40cm
    2
     Rp     70.000
     Rp     140.000
         d. Rak akuarium
    2
     Rp   300.000
     Rp     600.000
         e. kolam semen 1x2m
    5
     Rp   500.000
     Rp  2.500.000
         f. Aerator kapasitas 40 liter/menit
    1
     Rp   350.000
     Rp     350.000
         g. Selang aerator 30 meter dan batu aerator
    1
     Rp     40.000
     Rp       40.000
         h. Selang air 5m
    1
     Rp     20.000
     Rp       20.000
         i. Pipa paralon 2"i
    1
     Rp     30.000
     Rp       30.000
         j. Wairing 10 m
    1
     Rp     50.000
     Rp       50.000
         k, teskit (pH, KH, GH)
    1
     Rp   150.000
     Rp     150.000
         l. perlengkapan lain
    1
     Rp     50.000
     Rp       50.000
    Total
     Rp  7.730.000
    BIAYA OPERASIONAL
    BIAYA TETAP
         a. Penyusutan peralatan
     Rp     986.000
         b. Penyusutan induk
     Rp     500.000
         c. Penyusutan Lahan
     Rp     100.000
    Total
     Rp  1.586.000

    Biaya Variabel
         a. Pakan
    1
     Rp     400.000
         b. listrik
    1
     Rp     240.000
         c. air
    1
     Rp     200.000
    Total
     Rp     840.000
    TOTAL BIAYA OPERASIONAL
     Rp  2.426.000
    MODAL USAHA
     Rp10.156.000
    3. PENDAPATAN

    Pada bulan ke-3 akan ada benih ukuran 5cm sebanyak 120 ekor (30% dari 400 ekor burayak yang menetas). Bulan ke-4 ada 160 benih dari sisa bulan sebelumnya (40% dari 400 burayak). Pada bulan ini juga di kolam lain menghasilkan burayak sebanyak 120 ekor. dengan demikian terdapat 280 benih. begitu pada bulan selanjutnya, sehingga pendapatan adalah:

    bulan 3
    120 ekor
    bulan 4
    280 ekor
    bulan 5
    280 ekor
    bulan 6
    280 ekor
    bulan 7
    280 ekor
    bulan 8
    280 ekor
    bulan 9
    280 ekor
    bulan 10
    280 ekor
    bulan 11
    280 ekor
    bulan 12
    280 ekor
    Total produksi
    2640 ekor
                                                                                                                    
    Total Pendapatan (2.640 ekor x Rp. 4.500)-biaya operasional          Rp     9.240.000
                                                                                                                    
    Keuntungan                                                                                       Rp     6.814.000

0 komentar:

Posting Komentar

readbud - get paid to read and rate articles

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More